Pengumuman
- PENGUMUMAN PESERTA LOLOS SELEKSI UJI KOMPETENSI REKRUTMEN MEDIATOR NON HAKIM | (24/12)
- PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI REKRUTMEN MEDIATOR NON HAKIM PENGADILAN AGAMA KOTA CIMAHI | (19/12)
- PENGUMUMAN REKRUTMEN MEDIATOR NON HAKIM PENGADILAN AGAMA KOTA CIMAHI | (12/12)
- RELAAS PEMBERITAHUAN ISI PUTUSAN NOMOR 1175/Pdt.G/2025/PA.Cmi | (02/12)
- RELAAS PEMBERITAHUAN ISI PUTUSAN (SURAT TERCATAT) Nomor 976/Pdt.G/2025/PA.Cmi | (13/10)
- RELAAS PANGGILAN SIDANG IKRAR TALAK Nomor 444/Pdt.G/2025/PA.Cmi | (03/10)
- RELAAS PEMBERITAHUAN ISI PUTUSAN (SURAT TERCATAT) Nomor 941/Pdt.G/2025/PA.Cmi | (02/10)
- RELAAS PEMBERITAHUAN ISI PUTUSAN (SURAT TERCATAT) NOMOR 742/Pdt.G/2025/PA.Cmi | (08/09)
Artikel
- Isra’ Mi‘raj: Perjalanan Iman yang Mengubah Cara Pandang Kehidupan Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (12/01)
- Hak Asuh Anak Tanpa Permohonan: Tafsir Baru Kewenangan Hakim dalam SEMA Nomor 1 Tahun 2025 | (07/01)
- Mengapa Perceraian Harus Lewat Pengadilan? Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (05/11)
- Sumpah Pemuda dan Cita-Cita Keadilan Sosial: Refleksi atas Penguatan Lembaga Peradilan Indonesia Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (28/10)
- Peran Santri dalam Penguatan Hukum Islam dan Peradilan Agama di Indonesia Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (22/10)
- Bentuk Rezeki yang Menghiasi Hidup Kita Menurut Islam Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (21/10)
- Mengoptimalkan Foto pada Website Berita Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (13/10)
- Menetapkan Fakta Persidangan dan Fakta Hukum dalam Sengketa Perceraian Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (02/10)
- Jejak Langkah dan Pengabdian dalam Bingkai Peradilan Agama | (17/09)
- Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H. I | (10/09)
- Keteladanan Nabi Muhammad Saw: Fondasi Integritas bagi Penegak Hukum di Pengadilan Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (03/09)
- Merdeka Spiritual sebagai Hakikat Kemerdekaan Sejati: Kajian Hukum dan Teologi Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (19/08)
- Khutbah Jum’at: Hijrah Dalam Mempertahankan Integritas Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (04/07)
- Mempertahankan Integritas Sebagai Wujud Hijrah Kontemporer Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I | (24/06)
- Khutbah Idul Adha 1446 H: Memantik Inspirasi Kurban dan Kepemimpinan Nabi Ibrahim AS Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (02/06)
- Wanita dalam Lensa Sejarah Peradaban Bangsa Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (22/04)
- Halal Bihalal Simbul Perekat Kebersamaan oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. (Wakil Ketua Pengadilan Agama Kota Cimahi) | (17/04)
- Fitrah Manusia Memiliki Potensi Berkembang Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (21/03)
- Filosofi Pengadilan sebagai Ultimum Remedium: Jalan Lain Sebelum Menempuh Jalan Terakhir Oleh Rizqi Aulia Muslim | (20/03)
- Peningkatan User Experience pada Aplikasi Web SIPP yang Selaras dengan Proses Bisnis Peradilan Oleh Firdauska Darya Satria S.Sy., S.T. | (19/03)
- Khutbah Idul Fitri 1446 H: Idul Fitri Raih Kemenangan dan Tebarkan Kebahagian Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (17/03)
- Puasa Ramadhan Sebagai Momentum Menuju Perubahan Transformatif Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (07/03)
- Asal Usul Pesyariatan Puasa Ramadhan dan Perkembangannya Oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I. | (06/03)
Jadwal Sidang
Pengadilan Agama Cimahi memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara. Informasi yang disuguhkan yaitu jadwal sidang untuk hari ini, jadwal persidangan yang lalu maupun yang akan datang.
Penelusuran Perkara
Sampai sejauh mana perkara anda ditangani di Pengadilan Agama Cimahi. Silahkan anda telusuri informasinya melaui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Melalui SIPP, anda akan mengetahui tahapan, status, biaya dan riwayat perkara.
PENGAWASAN & KODE ETIK HAKIM
KEPUTUSAN BERSAMA
KETUA MAHKAMAH AGUNG RI DAN KETUA KOMISI YUDISIAL RI
Nomor : 047/KMA/SKB/IV/2009
Nomor : 02/SKB/P.KY/IV/2009
TENTANG
KODE ETIK DAN PEDOMAN PERILAKU HAKIM
Mahkamah Agung menerbitkan pedoman Perilaku Hakim melalui Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : KMA/104A/SK/XII/2006 tanggal 22 Desember 2006, tentang Pedoman Perilaku Hakim dan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 215/KMA/SK/XII/2007 tanggal 19 Desember 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim.
| 1. | Berprilaku Adil |
| Adil bermakna menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan yang menjadi haknya, yang didasarkan pada suatu prinsip bahwa semua orang sama kedudukannya di depan hukum. Dengan demikian, tuntutan yang paling mendasar dari keadilan adalah memberikan perlakuan dan memberi kesempatan yang sama (equality and fairness) terhadap setiap orang. Oleh karenanya, seseorang yang melaksanakan tugas atau profesi di bidang peradilan yang memikul tanggung jawab menegakkan hukum yang adil dan benar harus selalu berlaku adil dengan tidak membeda-bedakan orang. | |
| 2. | Berprilaku Jujur |
| Kejujuran bermakna dapat dan berani menyatakan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Kejujuran mendorong terbentuknya pribadi yang kuat dan membangkitkan kesadaran akan hakekat yang hak dan yang batil. Dengan demikian, akan terwujud sikap pribadi yang tidak berpihak terhadap setiap orang baik dalam persidangan maupun diluar persidangan. | |
| 3. | Berprilaku Arif dan Bijaksana |
| Arif dan bijaksana bermakna mampu bertindak sesuai dengan norma-norma yang hidup dalam masyarakat baik norma-norma hukum, norma-norma keagamaan, kebiasan-kebiasan maupun kesusilaan dengan memperhatikan situasi dan kondisi pada saat itu, serta mampu memperhitungkan akibat dari tindakannya. Perilaku yang arif dan bijaksana mendorong terbentuknya pribadi yang berwawasan luas, mempunyai tenggang rasa yang tinggi, bersikap hati-hati, sabar dan santun. | |
| 4. | Berprilaku Mandiri |
| Mandiri bermakna mampu bertindak sendiri tanpa bantuan pihak lain, bebas dari campur tangan siapapun dan bebas dari pengaruh apapun. Sikap mandiri mendorong terbentuknya perilaku Hakim yang tangguh, berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan atas kebenaran sesuai tuntutan moral dan ketentuan hukum yang berlaku. | |
| 5. | Berintegritas Tinggi |
| Integritas bermakna sikap dan kepribadian yang utuh, berwibawa, jujur dan tidak tergoyahkan. Integritas tinggi pada hakekatnya terwujud pada sikap setia dan tangguh berpegang pada nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam melaksanakan tugas. Integritas tinggi akan mendorong terbentuknya pribadi yang berani menolak godaan dan segala bentuk intervensi, dengan mengedepankan tuntutan hati nurani untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta selalu berusaha melakukan tugas dengan cara-cara terbaik untuk mencapai tujuan terbaik. |
|
| 6. | Bertanggungjawab |
| Bertanggungjawab bermakna kesediaan untuk melaksanakan sebaik-baiknya segala sesuatu yang menjadi wewenang dan tugasnya, serta memiliki keberanian untuk menanggung segala akibat atas pelaksanaan wewenang dan tugasnya tersebut. | |
| 7. | Menjunjung Tinggi Harga Diri |
| Harga diri bermakna bahwa pada diri manusia melekat martabat dan kehormatan yang harus dipertahankan dan dijunjung tinggi oleh setiap orang. Prinsip menjunjung tinggi harga diri, khususnya Hakim, akan mendorong dan membentuk pribadi yang kuat dan tangguh, sehingga terbentuk pribadi yang senantiasa menjaga kehormatan dan martabat sebagai aparatur Peradilan. | |
| 8. | Berdisiplin Tinggi |
| Disiplin bermakna ketaatan pada norma-norma atau kaidah-kaidah yang diyakini sebagai panggilan luhur untuk mengemban amanah serta kepercayaan masyarakat pencari keadilan. Disiplin tinggi akan mendorong terbentuknya pribadi yang tertib di dalam melaksanakan tugas, ikhlas dalam pengabdian dan berusaha untuk menjadi teladan dalam lingkungannya, serta tidak menyalahgunakan amanah yang dipercayakan kepadanya. | |
| 9. | Berprilaku Rendah Hati |
| Rendah hati bermakna kesadaran akan keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap bentuk keangkuhan. Rendah hati akan mendorong terbentuknya sikap realistis, mau membuka diri untuk terus belajar, menghargai pendapat orang lain, menumbuh kembangkan sikap tenggang rasa, serta mewujudkan kesederhanaan, penuh rasa syukur dan ikhlas di dalam mengemban tugas. | |
| 10. | Bersikap Profesional |
| Profesional bermakna suatu sikap moral yang dilandasi oleh tekad untuk melaksanakan pekerjaan yang dipilihnya dengan kesungguhan, yang didukung oleh keahlian atas dasar pengetahuan, keterampilan dan wawasan luas. Sikap profesional akan mendorong terbentuknya pribadi yang senantiasa menjaga dan mempertahankan mutu pekerjaan, serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja, sehingga tercapai setinggi-tingginya mutu hasil pekerjaan, efektif dan efisien. |
Bagaimana Cara Mendapatkan Pelayanan Informasi?
Prosedur Pelayanan Informasi di Pengadilan Agama Kota Cimahi terdiri dari prosedur biasa dan prosedur khusus. Masing-masing prosedur memiliki kriteria sebagaimana dijelaskan kemudian.
Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Tidak Mampu
Sebagaimana Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan, Pengadilan Agama Kota Cimahi memberikan layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu yang meliputi Layanan Pembebasan Biaya Perkara, Sidang di Luar Gedung Pengadilan, dan Pos Bantuan Hukum (Posbakum).
